Sunday, 20 May 2012
 
 
Establishment
Islamic International School - Darul Ilmi Murni was established in Medan on March 21, 2003, in front of Notaris Idham, SH, Act No.58 while focusing the activities on IIS DIM Campus, Jalan Besar Namorambe Titi Kuning,Medan North Sumatera, INDONESIA
Kurikulum PDF Print E-mail
Written by admin   
Thursday, 19 February 2009 09:38

Yayasan Pendidikan Islam H.Masri Darul Ilmi Murni menggunakan kurikulum nasional dengan kegiatan pengayaan. Cara mengajar menggunakan metode yang mengutamakan pendekatan active learning. Para siswa didorong untuk bekerja mandiri dan dirangsang untuk memperluas ide dan pengetahuannya. Para guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga siswa termotivasi untuk berkomunikasi. Guru memperhatikan kebutuhkan setiap siswa agar potensinya dapat berkembang secara maksmal.

Proses Pembelajaran
Di banyak sekolah sering ditemukan sistem dan metode pengajaran yang terlalu mementingkan subject matter dari pada siswa sendiri. Akibatnya siswa sering "dipaksa" untuk menguasai pengetahuan dan melahap informasi dari para guru, tanpa memberi peluang kepada para siswa untuk melakukan perenungan secara kritis. Pada gilirannya kondisi semacam itu melahirkan proses belajar-mengajar menjadi satu arah. Guru memberikan berbagai pelajaran dan informasi, sedang siswa secara terpaksa dikondisikan untuk menelan dan menghafal secara mekanis apa-apa yang telah disampaikan oleh guru. Guru menyampaikan pernyataan-pernyataan, dan siswa mendengarkan dengan patuh. Pendidikan menjadi sangat analog dengan kegiatan menabung, di mana guru menjadi penabung dan para siswa adalah celengannya. Inilah sistem dan metode pendidikan yang disebut dengan istilah "banking system" ("gaya bank"), yang mempunyai andil besar bagi terciptanya kondisi para siswa yang kurang mampu berpikir kritis, kurang berani mengemukakan pendapat, kurang kreatif dan mandiri.Kondisi para siswa seperti itu memang sangat beralasan, karena suasana belajar yang penuh keterpaksaan itu berdampak pada hilangnya proses mengaktivasi potensi otak, sehingga potensi otak yang luar biasa itu tidak pernah berhasil mengaktual. Untuk mengaktivasi potensi otak itu suasana belajar harus menyenangkan, kesadaran emosional juga tidak boleh dalam keadaan tertekan.

Suasana belajar semacam itulah yang akan membuat otak kanan terbuka sehingga daya berpikir intuitif dan holistic yang luar biasa itu akan terangsang untuk bekerja. Proses Belajar-Mengajar di DARUL ILMI MURNI lebih menekankan peran aktif dan partisipasi siswa. Guru tentu saja tetap menjadi pemimpin, tapi tidak pemegang satu-satunya kebenaran. Kebenaran bisa saja datang dari para siswa, tidak selalu harus dari guru. Karena itu, seluruh proses pengajaran bertumpu pada dialog sehingga menuntut para siswa aktif berpendapat dan menyampaikan komentar-komentarnya terhadap berbagai materi pelajaran dan informasi yang ada. Seorang guru lebih berfungsi sebagai fasilitator, yang mengajak, merangsang dan memberikan stimulus-stimulus kepada para siswa untuk menggunakan kecakapannya secara bebas dan bertanggung jawab. Baik guru maupun para siswa harus sama-sama bersedia mendengar pendapat orang lain, sekali pun mungkin pendapat orang lain tersebut kurang tepat.
Dalam konsep Islam manusia diciptakan dan diturunkan kea lam ini adalah untuk mengabdi kepada-Nya sebagai khalifah di muka bumi, berarti manusia diberi amanah untuk memiliki keberadaan alami dan mempertanggungjawabkannya di depan sang khalik di hari akhir kelak. Dengan demikian manusia mempunyai dua dimensi keberadaan, yaitu duniawi dan ukhrawi.

Sebagaimana landasan DARUL ILMI MURNI, di dalam Hadist Rasullah “ Bahagia di dunia dengan ilmu, bahagia di akhirat dengan ilmu, bahagia di dunia dan akhirat dengan ilmu.Pendidikan terpadu adalah proses pembelajaran yang mempertimbangkan berbagai factor yang mempengaruhi kualitas hasil didik dengan waktu belajar yang penuh sepanjang hari ( FULLDAY SCHOOL ), anak didik mendapat aktivitas di dalam kelas maupun di luar kelas seperti ; bermain, istirahat, sholat, dan makan, semuanya dalam proses pembelajaran. Pemberian berbagai tugas dan kewajiban adalah berupaya untuk membangun kebiasaan berdisiplin dan bertanggung jawab. Berbagai kegiatan Olahraga, OSIS,Outbound, Study Tour, Home Stay, Live in/ Praktek kerja lapangan ( PKL ) dan Penampilan pentas seni dan budaya.Di sinilah peran aktif dan partisipasi para siswa sangat ditekankan, sehingga di harapkan akan lahir siswa-siswa yang beraklaq mulia, kreatif, inovatif serta bertanggung jawab dan jujur.


Last Updated on Friday, 06 March 2009 04:04
 
 
Top!
Top!